Gimana Rasanya 4 Tahun Kuliah Sastra Inggris?
Apa yang ada di benak kalian ketika ngomongin jurusan Sastra Inggris? Serem karena pasti bakal selalu berhadapan dengan bahasa Inggris atau justru ngebosenin karena harus baca novel setiap hari? Mending mulai detik ini buang jauh-jauh deh semua ketakutan itu. Kuliah di jurusan Sastra Inggris nggak semenyeramkan itu kok. It's totally fun kalau kamu udah tahu seluk beluk di dalamnya. Nah, di postingan kali ini aku mau sharing pengalaman pribadi aku yang udah nikmatin pahit manisnya ngambil jurusan English Literature. Nggak cuma itu, aku juga mau kasih beberapa tips yang siapa tahu bisa berguna banget untuk kalian yang baru masuk ke jurusan ini. Let's get start it girls!
Dulunya, aku sama sekali nggak pernah kepikiran untuk masuk Elite alias Sasing. Meskipun aku emang suka sama pelajaran bahasa Inggris dan suka baca novel juga. Menurutku itu hanya sekedar kesukaan aku aja. FYI, aku adalah lulusan SMK jurusan Multimedia. Jadi kebayang dong dulu sekolahku tugasnya selalu berhubungan dengan komputer dan teknologi. Waktu masih SMK aku sempet ikutan lomba film indie dan fortunately, timku dapat juara 2. Dari sinilah aku sempat bertekad untuk ambil jurusan Sistem Informasi atau Broadcast ketika kuliah nanti.
Tapi ternyata rencana aku nggak berjalan sesuai dengan keinginan. Aku pernah ikut test masuk ke salah satu universitas swasta di kotaku yang emang terkenal bagus dengan jurusan SI-nya. Kabar baiknya adalah aku diterima! Pastinya seneng banget dong bisa diterima di tempat yang aku inginkan. Sayangnya, waktu itu kondisi keuangan keluarga aku lagi nggak baik. Apalagi adikku juga harus daftar SMP which is orang tuaku harus nyiapin dana yang nggak sedikit untuk biaya pendidikan kedua anaknya. Perasaanku sedih banget, padahal udah tinggal selangkah lagi aku bisa masuk ke jurusan impian. Tapi mau gimanapun juga aku nggak boleh egois. Aku nggak boleh bikin pusing orang tua dengan ngotot pengen kuliah di universitas itu.
Akhirnya, aku ngelepasin kesempatan emas tadi. Ya udahlah ya, masih banyak jalan yang bisa kuambil buat ngewujudin cita-cita. Sampai suatu ketika Ayahku nyuruh aku buat daftar ke salah satu universitas yang aku nggak suka sama sekali. Right girls, kalian nggak salah denger kok. Universitas ini emang bukan salah satu favoritku. Tapi karena Ayahku yang nyuruh ya mau nggak mau aku harus nurut. And you know what, waktu daftar aku nggak milih jurusan SI lagi meski di universitas ini ada jurusan tersebut. Aku juga nggak tahu kenapa tapi pas liat jurusan Sastra Inggris dan baca introduction-nya, aku jadi tertarik gitu aja. Orang tuaku pun heran karena aku bisa berubah pikiran secepat itu. Tapi pada akhirnya mereka mendukung pilihanku.
Singkat cerita aku diterima di jurusan Elite di universitas ini. Kuliah perdanaku bikin kaget sekaligus minder. Kenapa? Karena dosennya ngomong pake bahasa Inggris dengan aksen British yang susah banget buat dipahami! Seketika aku mikir, apa aku emang salah jurusan ya? Tapi ternyata, itu cuma buat intermezo aja. Di akhir jam pelajaran, beliau malah nawarin kelasnya mau pakai full English atau campuran English-Indonesia. Udah deg-degan padahal, dikira kuliah aku bakal seserem itu.
Sebenernya kuliah Elite tuh seneng-seneng susah sih. Senengnya adalah hampir setengah dari semua mata kuliah disini ngebahas sastra, baik itu novel, drama, atau puisi. Enak banget kan kuliah isinya cuma kaya ngebedah suatu tulisan plus dapet banyak cerita dari si dosen. Ditambah lagi kita bisa nambah wawasan dengan ngebahas karya sastra. Kita bisa tahu tentang sejarah, kebudayaan bangsa lain, sifat-sifat manusia, sampai berbagai macam kisah kehidupan yang nggak pernah kita bayangkan sebelumnya. Well, emang bener sih pepatah yang bilang kalau buku adalah jendela dunia.
Trus susahnya apa? Hmm, nggak susah juga sih kalau kamu mau menjalaninya dengan ikhlas dan giat belajar. Yang namanya belajar bahasa asing, pasti nggak lepas dari kesulitan. Kita pasti butuh waktu lebih to understand it then become perfect. Sebelum masuk Elite, grammar-ku biasa-biasa aja. Malah aku lebih sering pakai feeling ketimbang mikir rumus yang udah ada. Tapi karena bahasa Inggris udah jadi makanan sehari-hari, mau nggak mau aku harus mau belajar dan menghapal semua materi. Syukurlah, aku nggak pernah ngulang kelas Grammar semasa kuliah.
Pernah nggak sih ngalamin nilai GPA yang merosot banget? Pernah lah pasti. Sepintar-pintarnya kita, pasti akan ada saat ketika kita harus ngalamin yang namanya jatuh. Tapi jatuh bukan berarti nggak bisa bangkit lagi, ya. GPA aku pernah turun banget dari 3.3 menjadi 2.78. Itu adalah nilai GPA terendah aku selama kuliah. Di semester itu nilaiku banyak yang C dan ada 1 matkul yang dapet D. Kecewa sih, tapi aku juga sadar kalau saat itu aku emang lagi males-malesnya belajar ditambah sering skip kuliah, hehe.
Finally, setelah 4 tahun kuliah di jurusan Elite, banyak banget pelajaran yang aku dapet. Selain bisa ngerti dan ngomong pake bahasa Inggris, aku juga jadi lebih kritis dalam memandang segala sesuatu. Ada beberapa mata kuliah di jurusan Elite yang mengharuskanku untuk menganalisis suatu karya sastra. Nah, dengan sering menganalisis inilah aku jadi terbiasa untuk melihat suatu persoalan dari banyak sudut. Selain itu aku juga banyak belajar tentang kebudayaan barat yang pastinya seru banget untuk dibahas.
Terakhir nih, aku mau bagiin beberapa tips untuk membantu kalian yang mungkin baru aja jadi mahasiswa Elite. Check this out!
Sebenernya kuliah Elite tuh seneng-seneng susah sih. Senengnya adalah hampir setengah dari semua mata kuliah disini ngebahas sastra, baik itu novel, drama, atau puisi. Enak banget kan kuliah isinya cuma kaya ngebedah suatu tulisan plus dapet banyak cerita dari si dosen. Ditambah lagi kita bisa nambah wawasan dengan ngebahas karya sastra. Kita bisa tahu tentang sejarah, kebudayaan bangsa lain, sifat-sifat manusia, sampai berbagai macam kisah kehidupan yang nggak pernah kita bayangkan sebelumnya. Well, emang bener sih pepatah yang bilang kalau buku adalah jendela dunia.
Trus susahnya apa? Hmm, nggak susah juga sih kalau kamu mau menjalaninya dengan ikhlas dan giat belajar. Yang namanya belajar bahasa asing, pasti nggak lepas dari kesulitan. Kita pasti butuh waktu lebih to understand it then become perfect. Sebelum masuk Elite, grammar-ku biasa-biasa aja. Malah aku lebih sering pakai feeling ketimbang mikir rumus yang udah ada. Tapi karena bahasa Inggris udah jadi makanan sehari-hari, mau nggak mau aku harus mau belajar dan menghapal semua materi. Syukurlah, aku nggak pernah ngulang kelas Grammar semasa kuliah.
Pernah nggak sih ngalamin nilai GPA yang merosot banget? Pernah lah pasti. Sepintar-pintarnya kita, pasti akan ada saat ketika kita harus ngalamin yang namanya jatuh. Tapi jatuh bukan berarti nggak bisa bangkit lagi, ya. GPA aku pernah turun banget dari 3.3 menjadi 2.78. Itu adalah nilai GPA terendah aku selama kuliah. Di semester itu nilaiku banyak yang C dan ada 1 matkul yang dapet D. Kecewa sih, tapi aku juga sadar kalau saat itu aku emang lagi males-malesnya belajar ditambah sering skip kuliah, hehe.
Finally, setelah 4 tahun kuliah di jurusan Elite, banyak banget pelajaran yang aku dapet. Selain bisa ngerti dan ngomong pake bahasa Inggris, aku juga jadi lebih kritis dalam memandang segala sesuatu. Ada beberapa mata kuliah di jurusan Elite yang mengharuskanku untuk menganalisis suatu karya sastra. Nah, dengan sering menganalisis inilah aku jadi terbiasa untuk melihat suatu persoalan dari banyak sudut. Selain itu aku juga banyak belajar tentang kebudayaan barat yang pastinya seru banget untuk dibahas.
Terakhir nih, aku mau bagiin beberapa tips untuk membantu kalian yang mungkin baru aja jadi mahasiswa Elite. Check this out!
- Selalu belajar menghapal rumus grammar. Kalau kamu tipe orang yang addicted with colors, kamu bisa buat catatan lucu yang bakal bikin kamu betah buat belajar.
- Listen to Western songs is the best way to increase our English level! Jangan bosen-bosen deh buat download lagu berbahasa Inggris.
- Try to watch English movie without subtitle!
- Read novels as many as possible. Bagus lagi kalau kalian baca novel berbahasa Inggris. Bisa buat nambah vocab tuh!
- Selain novel, rajin-rajin juga buat baca drama script atau puisi. Ini bakalan banyak berguna di kelas Literature.
- Practice make perfect! Kita bisa coba praktek speaking sama temen. Cara ini cukup efektif karena selain bisa mengukur kemampuan kita dalam speaking, kita juga bisa mengoreksi kesalahan temen yang tentunya bakal menambah ilmu yang kita punya.
- Don't be lazy to learn and don't be shame to acknowledge your fault!
- Always do your best!

0 komentar