Huff, Jadi Cewek Susah Ya?

by - July 04, 2017

Lahir sebagai cewe itu takdir. Terus menjalani hidup sebagai cewe yang banyak diatur sana sini apa itu juga takdir? Seperti judulnya, gue pengen bahas soal salah satu stereotype di negeri ini yang (masih) memberatkan kaum perempuan. Kenapa sih jadi perempuan itu ga bisa sebebas laki-laki? Kenapa sih jadi perempuan itu banyaak banget batasannya? Well, kalau ngomongin tentang 'batasan buat perempuan' sih kayaknya emang nggak ada habisnya. Perempuan nggak boleh ini, nggak boleh itu, dan banyak lah macemnya. Tapi gini ya, sekarang kan udah jaman modern. Pemikiran manusia pun udah semakin maju. Seharusnya aturan yang dipakai di jaman dulu udah expired juga dong. Singkat aja, daripada intronya panjang lebar, dibawah ini gue paparin beberapa petuah yang paling sering kita denger, even in this modern era! Let's discuss it! 


-Perempuan itu, nggak boleh keluar malam 
Ini adalah salah satu yang bikin kebanyakan perempuan punya sifat manja dan nggak berani. Kenapa? Karena dari awal udah dilarang-larang dengan kata "bahaya". Memang sih malam itu identik dengan bahaya dan hal-hal yang nggak benar. Tapi kan di jaman sekarang pekerjaan pun bisa dilakukan di malam hari (yang konotasinya positif). Jadi daripada dilarang lebih baik kita yang perempuan diajak buat latihan bela diri. Kan malah lebih bisa menjaga diri dan juga bisa belajar buat lebih berani dan mandiri. Soal hal-hal yang negatif, ya itu kan tergantung dengan kepribadian masing-masing. Asal jangan suka menjudge aja, karena kita harus menghargai privasi orang lain.


-Perempuan itu, jangan pakai pakaian terbuka 
Jujur, sampai sekarang gue masih kurang paham dengan aturan yang seolah-olah pengen 'membungkus' badan cewek sekalinya dia keluar rumah. It just don't make sense for me, literally. Menurut gue, badan kita ya badan kita. Kita punya hak dan batasan sendiri-sendiri untuk memperlihatkan badan kita. Lagipula, seorang cewek yang dianggap pakai pakaian terbuka belum tentu karena dia ingin sekedar 'pamer' badan. Itu adalah bentuk dari ekpresi diri dia, dia pengen menunjukkan bahwa dia menyukai style tertentu dan nothing's wrong with that. Yang bikin sebel justru kalau ada orang ngatain "Cewe kok pake baju kebuka-buka, nggak sopan. Nanti kalo dilecehin cuman nangis." Wth, terus cewe lagi yang disalahin? Tolong ya, catet, kalau ada perempuan dilecehkan bukan semata karena gaya berpakaian dia, tapi juga karena cowonya yang nggak bisa jaga nafsu dan mesum. Please deh, lagian kalau cewe itu cerdas dalam menempatkan diri, dia juga pasti akan mempertimbangkan pantas nggaknya baju yang dia pakai di tempat dan sikon tertentu. We just wanna show our style, we're not bitches! 



-Perempuan itu, nggak usah punya mimpi muluk-muluk, endingnya juga cuma ngurus anak-suami
Untuk petuah yang ini, gue sama sekali nggak setuju banget. Gue perempuan dan kenapa gue nggak boleh punya mimpi jadi presiden? Atau jadi artis yang bisa mendunia? Atau jadi menteri yang membela feminisme? Atau sekedar wanita karir yang bisa kerja keliling dunia? Apa tujuan Tuhan menciptakan perempuan cuma buat dijadiin pengurus rumah? Jelas nggak lah. Gue pengen berkarir dan mengembangkan diri gue seluas-luasnya. Gue juga pengen sekolah sampai jenjang tertinggi dan  bertemu banyak orang untuk menambah wawasan. Tujuannya apa? Biar nantinya ketika gue udah menikah, gue bisa mengimbangi suami dan jadi seorang ibu yang cerdas buat anak gue. Karena menurut gue, suami itu bukan cuma sekedar laki-laki yang gue sayang, tapi juga my life partner yang bakal ngabisin banyak waktu bareng gue. Gue nggak mau jadi cewe  miskin ilmu yang cuma berguna di dapur dan di ranjang. Gue mau berjuang bareng sama suami gue dan karena itu gue harus memperkaya diri dengan ilmu dan pengalaman. Nantinya juga hal itu yang akan gue ajarin ke anak gue agar dia bisa jadi individu yang lebih baik dari gue. Dan semua tujuan besar itu berawal dari sebuah mimpi yang gue percayai dan perjuangin selagi gue mampu.



-Perempuan itu harus nikah sebelum umur 25, kalau lebih nanti dipikir nggak laku 
 Hell! Ini aturan yang pertama nyiptain siapa sih? Heran gue, bisa-bisanya bikin patokan umur nikah buat orang lain. Udah gitu banyak yang ngikutin lagi. Ya kalo pas sebelum 25 udah ketemu jodoh dan cocok. Kalau belum? Bisa-bisa digosipin nggak laku lah, nggak ada yang mau lah, banyak milih lah, dan bla bla bla... Menikah, itu bukan sesuatu yang mengerikan buat gue. Tapi itu juga bukan sesuatu yang gue anggap remeh. Seperti yang udah gue jelasin di poin sebelumnya, married is not just living together and having sex all nights. Gue nggak mau menikah ketika gue belum siap dan sebelum gue menemukan partner yang sejalan dalam hal pemikiran. Kalau nantinya gue akan nikah setelah umur 25, gue sama sekali nggak masalah. Karena lebih baik gue nikah ketika gue udah benar-benar matang daripada gue nikah karena diburu patokan umur dari orang lain. Kalau digosipin nggak laku? Well, itu kan kata mereka. Gue yang lebih tahu soal kehidupan gue daripada orang lain.



Sebenarnya masih banyak sih petuah-petuah buat cewe yang lebih nggak masuk akal. Tapi kalau gue jabarin semua bisa sampai sebulan gue nulis post ini. Jadi cewe itu sebenarnya nggak susah kalau kita punya prinsip kuat dan menyingkirkan omongan orang yang nggak perlu kita dengar. Well, mendengarkan itu adalah hal baik. Tapi kita juga harus berpikir untuk menjalaninya atau nggak karena kitalah yang paling tahu apa yang pantas dan nggak pantas untuk diri kita. Intinya sih, ekspresiin diri aja sesuai dengan kata hati lo dan jangan pernah mau tunduk sama pemikiran orang lain yang nggak sesuai dengan nurani lo. As ladies, we deserve for something big in our precious life.


From a girl who have a huge dream,
Avisha 👸

You May Also Like

0 komentar