Persahabatan itu (Kadang) Rumit, Kenapa?

by - September 04, 2017



Hannah Baker pernah bilang kalau 'friendship is truly complicated'. Itu adalah sebuah kutipan yang menurutku maknanya dalem banget. Kenapa? Well, hubungan sesama manusia memang nggak selamanya berjalan mulus. Pasti ada masalah yang harus dihadapi dan terkadang justru masalah itulah yang membuat hubungan persahabatan tersebut menjadi hancur. Tapi, sebenarnya apa sih yang membuat sebuah persahabatan bisa jadi rumit? Yuk, coba kita pikirin bareng-bareng. 


1. Kurangnya Kepedulian 
Rasa peduli adalah salah satu hal wajib yang harus ada dalam setiap persahabatan. Sebagai sahabat, kita tentunya harus peka pada sahabat kita sendiri. Misalnya ketika dia sedang sedih atau ada masalah, cobalah tanyakan apa yang menjadi bebannya. Jangan pernah menutup mata pada sesuatu yang sepele karena itu bisa menjadi boomerang di masa depan. Sahabat itu adalah orang yang akan selalu berada di sisi kita, baik dalam suka maupun duka. Jadi kalau kamu punya sahabat yang cuma asyik buat diajak hang out atau pamer squad di medsos tapi malah menghilang pas kamu lagi down, jelas mereka bukan sahabat sejati.

2. Memendam Perasaan 
Yang dimaksud perasaan disini bukan ke arah cinta-cintaan ya, melainkan perasaan sakit hati atau kecewa yang mungkin sering kita alami karena perbuatan sahabat kita sendiri. Hanya sayangnya mereka nggak tahu dan nggak peduli. Ini karena terkadang orang-orang nggak sadar bagaimana cara mereka memperlakukan orang lain. Hasilnya kita jadi lebih sering memendam dan membiarkannya, terus di lain waktu sahabat kita mengulangi perbuatan yang sama hingga akhirnya membuat kita muak. Kalau sudah begini, siapa yang salah?

3. Hanya Mementingkan Satu Orang Daripada yang Lain 
Mungkin kasus ini lebih banyak terjadi pada squad dengan jumlah yang banyak. Sadar nggak sadar, ketika kita bersahabat dengan banyak orang dalam satu kelompok, selalu ada satu orang yang dianggap paling dominan di antara yang lain. Si dominan ini bisa jadi yang paling cantik, ganteng, tajir, pintar, atau dia adalah satu-satunya yang berbeda gender. Nah, dampak yang paling bikin sebel adalah ketika kita bikin masalah sama si dominan ini, kita akan selalu jadi pihak yang salah. Parahnya lagi, temen-temen yang lain malah nyuruh kita buat minta maaf duluan even if, kita nggak salah sama sekali. Duh, kalau udah gini masih pengen sahabatan nggak sih?

4.  Sering Ngomongin di Belakang daripada Secara Langsung 
Marahan itu wajar dalam setiap hubungan. Yang nggak wajar adalah ketika kita punya masalah sama si A, tapi malah ngomonginnya sama si B. Ini adalah bibit kecil kebencian yang bisa mengakar dan akhirnya tumbuh besar dikemudian hari. Sejatinya ngomongin orang behind their back itu emang nggak baik. Jadi kalau ada masalah atau uneg-uneg yang nggak kita sukai dari sahabat, mending langsung diomongin aja terus terang.


5. Ketika Ada yang Menjauh, Tidak Ada yang Bertanya 
Manusia punya batas sabarnya masing-masing. Ada yang sanggup bertahan meski sering nggak dianggap dan ada juga yang baru kena satu masalah udah langsung menjauh. Tapi saat sahabat kita  menjauh, yang sering terjadi justru kita yang menyalahkan orang lain daripada intropeksi diri dan mencoba untuk bertanya. Padahal, menyadari kesalahan diri sendiri dan mau minta maaf duluan bukan hal yang memalukan. Justru keberanian untuk meminta maaf adalah sebuah hal yang membuat persahabatan itu menjadi langgeng.

Best friends are people who will always be our side although the world hate us. Jadi, punya sahabat itu penting dan akan membuat hidup kita lebih berwarna. Mulai sekarang cobalah untuk lebih bisa menilai diri sendiri juga bersikap terbuka. Jangan suka menyalahkan orang lain, melainkan tanyakan diri kita sendiri terlebih dahulu. Persahabatan kamu nggak akan jadi rumit dan soooo drama kalau kamu bisa menyadari sebuah kesalahan sebelum ia menjadi besar.

From your best friend, 
Avisha


photo credit to: YG Entertainment
re-edited by me 

You May Also Like

0 komentar